Oleh: Dedy Kurniawan Setyoko | 25 Januari 2010

Bermula dari Iblis (Bagian 2)

Salah satu wujud lucifer (IBLIS)

Illuminati modern lahir di Bavaria pada tahun 1773, tiga tahun sebelum para tokoh Mason menandatangani piagam kemerdekaan Amerika Serikat. Sebelum Illuminati ‘lahir’, gerakan paganis bernama Freemasonry telah dahulu ada di Eropa dan berkembang dengan pesat di sana. Nyaris semua negara dan kerajaan di Eropa tersentuh oleh gerakan Freemason yang lahir di Skotlandia pada sekitar tahun 1314-an.

Para tetua pagan Yahudi seperti Rotschild melihat bahwa strategi mereka akan bisa lebih efektif dan cepat tercapai bila Illuminati dan Freemasonry bersatu. Sebab itu, pada tahun 1780, Baron Franz Friedrich Knigge direkrut menjadi anggota Illuminati dan dengan cepat menjadi salah satu tokoh penting Illuminati Eropa. Sebelumnya, Knigge ini merupakan salah satu tokoh sentral Freemasonry Eropa. Atas usahanya inilah, keduanya bias dipersatukan dan menjadi organisasi klandestine okultis yang begitu efektif, tidak saja di Eropa namun menggapai daratan Amerika dan lainnya. Baca Lanjutannya…

Oleh: Dedy Kurniawan Setyoko | 25 Januari 2010

BAB 4 – MEKANIKA KUANTUM DALAM TIGA DIMENSI (bagian 1)

4.1 Persamaan Shroedinger dalam Koordinat Bola


Perluasan persamaan Shroedinger dalam tiga dimensi dapat kita lakukan secara langsung, di mana persamaan Shroedinger secara umum dapat kita tuliskan:

[4.1]

i \hbar \frac{\partial \Psi}{\partial t} = H \Psi

Operator Hamiltonian[1] H diperoleh dari persamaan energi klasik.

\frac{1}{2} m v^{2} + V = \frac{1}{2m} \left ( P_{x}^{2} + P_{y}^{2} + P_{z}^{2} \right ) + V

dengan menggunakan rumusan standar P yang diperluas pada kasus tiga dimensi

[4.2]

P_{x} \Rightarrow \frac{\hbar}{i} \frac{\partial}{\partial x} , P_{y} \Rightarrow \frac{\hbar}{i} \frac{\partial}{\partial y} , P_{z} \Rightarrow \frac{\hbar}{i} \frac{\partial}{\partial z}

atau lebih singkatnya

[4.3]

P \Rightarrow \frac{\hbar}{i} \nabla

persamaan Shroedinger menjadi:

[4.4]

i \hbar \frac{\partial \Psi}{\partial t} = - \frac{\hbar^{2}}{2m} \nabla^{2} \Psi + V \Psi

di mana

[4.5]

\nabla^{2} \equiv \frac{\partial^{2}}{\partial x^{2}} + \frac{\partial^{2}}{\partial y^{2}} + \frac{\partial^{2}}{\partial z^{2}}

merupakan laplasian pada koordinat kartesian

Energi potensial V dan fungsi gelombang \Psi , dalam koordinat bola kini hanya merupakan Baca Lanjutannya…

Oleh: Dedy Kurniawan Setyoko | 21 Januari 2010

Bermula Dari iblis (Bagian 1)

Salah satu wujud lucifer (IBLIS)

Mungkin Anda akan terperanjat jika mengetahui fakta jika pemeluk agama terbanyak di dunia di abad millennium ini adalah kaum pagan, sebuah agama kuno yang diperangi para Nabi dan Rasul Utusan Allah SWT.

Asal-muasal kaum pagan modern sekarang ini sesungguhnya berasal dari satu kelompok kecil para pengikut iblis, di mana sepanjang sejarah awalnya diwakili oleh mereka yang selalu memusuhi dan memerangi para Nabi dan Rasul Allah SWT. Mereka adalah Samiri yang memerangi Musa as. (Amerika pun menyebut dirinya dengan “Uncle Sam”), Namrudz yang memerangi Ibrahim a.s., dan para pendeta Sanhedrin yang memerangi Isa a.s. Mereka adalah orang-orang yang memuja Ilmu Pengetahuan sebagai agama. Mereka menganggap Yahudi, Kristen (dan Katolik), juga Islam, sebagai agama institusional yang harus dihancurkan karena memperbudak manusia kepada irasionalisme. Baca Lanjutannya…

Oleh: Dedy Kurniawan Setyoko | 7 Januari 2010

Pintu Syurga Mana saja untuk Muslimah

Surga adalah idaman dan harapan setiap orang beriman, laki-laki dan perempuan, ia adalah akhir perjalanan bagi semua orang yang taat dan patuh kepada Allah dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya, bagi seorang muslimah perkara ini penting karena Rasulullah saw telah menyatakan bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah wanita, dari sini mengetahui kunci surga oleh seorang muslimah merupakan perkara penting, dengan meraih kunci ini berarti dia tidak termasuk ke dalam golongan para wanita penghuni neraka.

Rasulullah saw telah merangkum kunci surga muslimah dalam empat perkara, Baca Lanjutannya…

Oleh: Dedy Kurniawan Setyoko | 7 Januari 2010

BAB 2 – Persamaan Schroedinger Tidak Bergantung Waktu (bagian 3)

2.3 Osilator Harmonik

Paradigma dari osilator harmonik klasik adalah sebuah benda dengan massa m, yang dipaksa untuk bergetar dengan gaya F dan kontanta k. Gerakannya diatur oleh hukum Hooke:

F = - k x = m \frac{d^{2}x}{dt^{2}}

(tentunya dengan mengabaikan gaya friksi) dan solusi umumnya adalah

x \left ( t \right ) = A sin \left ( \omega t \right ) + B cos \left ( \omega t \right )

di mana

(2.36)

\omega \equiv \frac{k}{m}

yang merupakan frekuensi (anguler) osilasi. Energi potensialnya adalah

(2.37)

V \left ( x \right ) =             \frac{1}{2} k x^{2}

merupakan bentuk kurva parabola. Baca Lanjutannya…

Oleh: Dedy Kurniawan Setyoko | 7 Januari 2010

BAB 2 – Persamaan Schroedinger Tidak Bergantung Waktu (bagian 2)

2.2 Sumur Potensial Tak Berhingga

Misalkan terdapat potensial dengan fungsi:

(2.1)

V \left ( x \right ) = \begin{cases} 0 \text{ jika } 0 \leq x \leq a \\ \infty \text{ jika lainnya } \end{cases}

(gambar 2.1) Partikel yang berada dalam potensial ini pasti merupakan partikel bebas, kecuali apabila berada di luar dinding potensial (x=0 dan x=a ) di mana terdapat gaya yang tak terhingga yang menghalangi partikel tersebut untuk lolos dari dinding potensial. Dalam model klasik, hal ini seperti kereta mainan yang berada di atas trek udara (biasanya ada di praktikum fisika dasar universitas) dengan tumbukan elastik sempurna, sehingga akan memantul secara terus menerus (potensial ini sebenarnya sangat dibuat-buat, tetapi saya berharap kita dapat membayangkannya. Meskipun potensial ini sangat sederhana, tetapi akan mmenjadi sangat berarti karena kesederhanannya, di mana hasilnya akan sangat dibutuhkan untuk memahami bentuk-bentuk potensial lain yang lebih rumit). Baca Lanjutannya…

Alih-alih bingung mau menulis apa di blog saya, akhirya sya teringat sesuatu, apa itu? sebuah situs dengan nama: netsains.com, bergegas saya buka netsains.com untuk mencari ide mengenai tema yang akan saya masukkan dalam blog. Di dalam beranda saya pilih kategori yang sesuai dengan bidang saya, fisika, salah satu ilmu yang terkenal di dunia ini, terkenal kerennya, karena banyak orang-orang yang menggunakan atribut fisika di dalam kehidupan mereka sehari-hari walaupun kelihatannya mereka sendiri tidak tahu artinya. Selain itu, terkenal SULIT, memang sulit ilmu fisika, tapi di situlah tantangannya bagi saya dan saya mengakui kalau fisika itu sulit, anda pun mungkin akan berpendapat demikian. Tetapi banyak hal-hal besar yang mengubah dunia dengan penemuan fisika.

Baiklah mari kita kembali ke topik semula, setelah saya buka-buka netsains.com, saya kaget juga ternyata ada juga lho orang Indonesia yang yang terlibat dalam proyek super besar Large Hadron Collider (LHC), sebuah laboratorium pemercepat partikel yang digunakan untuk menguji kebenaran salah satu teori asal mula semesta, Teori Big Bang.

Anda penasaran dengan Haryo Sumowidagdo? Seperti apa ya orangnya sampai-sampai bisa bekerja di CERN (Sebuah Lembaga yang Menaungi LHC)? Pasti dia orang yang hebat ya? Berikut adalah sedikit tanya jawab antara netsains.com dengan Haryo Sumowidagdo. Selamat Membaca! Baca Lanjutannya…

Oleh: Dedy Kurniawan Setyoko | 21 Desember 2009

FASAL TENTANG WASILAH DAN TAWASSUL (4-habis)

Tawassul dengan para Sahabat dan Shalihin

Dalam kitab Riyadlus-Shalihin bab Wadaais-shahib hadits no.3, Rasulullah SAW bertawassul supaya Umar jangan lupa untuk menyertakan Rasulullah dalam segala do’anya di Mekkah ketika umrah.

عَنْ عُمَرَبْنِ اْلخَطَّابِ رَضِىَاللهُ عَنْهُ قَالَ اِسْتَأْذَنْتُ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى اْلعُمْرَةِ فَأذِنَ لىِ وَقَالَ: لاَتَنْسَنَا يَااُخَيَّ مِنْ دُعَائِكَ فَقَالَ كَلِمَةً مَايَسُرُّنِى اَنَّ لىِ بِهَاالدُّنْيَا. وَفِى رِوَايَةِ قَالَ اَشْرِكْنَا يَااُخَىَّ فِى دُعَائِكَ. رواه ابوداود والترمذى

Dari shahabat Umar Ibnul Khattab r.a. berkata: saya minta idzin kepada Nabi SAW untuk melakukan ibadah umrah, kemudian Nabi mengidzinkan saya dan Rasulullah SAW bersabda; wahai saudaraku! Jangan kau lupakan kami dalam do’amu; Umar berkata: suatu kalimat yang bagi saya lelah senang dari pada pendapat kekayaan dunia. Dalam riwayat lain; Rasulullah SAW bersabda: sertakanlah kami dalam do’amu”. (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Dan masih banyak lagi dalil-dalil tawassul, namun kiranya cukup apa yang telah disebutkan di atas. Baca Lanjutannya…

Oleh: Dedy Kurniawan Setyoko | 21 Desember 2009

FASAL TENTANG WASILAH DAN TAWASSUL (3)

Tawassul dengan Rasulullah SAW

Sewaktu masih hidup dan setelah wafat, tawassul pada Rasulullah itu disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur’an, misalnya, firman Allah dalam surat An-Nisa’ ayat 64:

وَلَوْ اَنَّهُمْ اِذْظَلَمُوْااَنْفُسَهُمْ جَاءُوْكَ فَاسْتَغْفَرُوااللهَ وَاسْتَغْفَرَلَهُمُ الَّرسُوْلُ لَوْ جَدُوااللهَ تَوَّاباً رَحِيْماً

“Walaupun sesungguhnya mereka telah berbuat dhalim terhadap diri mereka, kemudian mereka datang kepadamu (Muhammad), mereka meminta ampun kepada Allah dan Rasul memintakan ampun untuk mereka, pasti mereka menjumpai Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”

Dalam ayat tersebut, dijelaskan bahwa Allah SWT mengampuni dosa-dosa orang yang dhalim, disamping do’a mereka tetapi ada juga wasilah (do’anya) Rasulullah SAW. Baca Lanjutannya…

Oleh: Dedy Kurniawan Setyoko | 21 Desember 2009

FASAL TENTANG WASILAH DAN TAWASSUL (2)

Bertawassul dengan Orang yang Sudah Mati

Kembali pada keyakinan kita, bahwa ketika seseorang mati maka yang rusak dan hancul adalah badannya atau jasadnya, sedang rohnya tetap hidup dan tidak mati. Sebab, mereka itu berada di alam barzah. Mereka telah putus segala amal perbuatan mereka untuk diri mereka sendiri. Dalam kitab Shahih Muslim juz II disebutkan;

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قاَلَ: اِذَامَاتَ اْلاِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ اِلاَّ مَنْ ثَلاَثٍ اِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْوَلَدٍ صَاِلحٍ يَدْعُوْلَهُ.

“Apabila manusia telah mati maka terputuslah darinya amalnya, kecuali tiga; kecuali dari shadaqah jariyah, atau ilmu yang bermanfa’at atau anak shaleh yang mendo’akan.” (HR Muslim)

Hadits semacam ini juga termaktub dalam Sunan Tirmidzi juz III, dalam Sunan Abu Dawud juz III dan dalam Sunanu Nasa’i juz VI. Hadits di atas menjelaskan bahwa apabila manusia telah meninggal dunia itu putus segala amalnya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk orang lain, misalnya ahli kubur mendo’akan orang yang di dunia tidak ada keterangan yang melarang. Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori