Riwayat Penulis


Lahir dari Perempuan yang Biasa?

Perkenalkan namaku adalah Dedy Kurniawan Setyoko. Seorang anak yang lahir dari rahim seorang perempuan yang biasa saja, bernama Sumiati. Memang biasa saja Beliau, kalau menanyakan kepada para tetangga di sekitar rumah, “Apakah ada yang spesial mengenai tetangga kalian yang bernama Sumiati?” Hampir pasti mereka akan menjawab dengan jawaban yang kurang lebih sama maksudnya, “Biasa saja, tidak ada sesuatu yang spesial.” Seorang perempuan yang lahir di sebuah desa bernama Desa Pucang Anom di kabupaten Madiun, yang dinikahi oleh seorang laki-laki yang sangat beruntung, Bapak saya. Ibu rumah tangga biasa, yang setiap hari aktifitasnya hanya memenuhi kebutuhan keluarga seperti memasak, mencuci baju dan piring kotor, membersihkan rumah, mengobrol dengan tetangga. Aktifitas tersebut berlangsung secara terus-menerus setiap harinya, dan yang jelas Perempuan tersebut adalah Ibu yang biasa.

Tetapi, apakah sahabat percaya dengan ucapanku, bahwa Ibuku adalah perempuan yang biasa? Padahal di halaman ini aku seharusnya menceritakan tentang diriku, tetapi hal itu tidak aku lakukan melainkan menceritakan Ibuku? Sahabat sendiri yang bisa menilai, apakah Ibuku adalah Ibu yang biasa saja atau tidak? Bagiku, Ibuku adalah Perempuan yang sangat Spesial.

Baiklah, aku akan menceritakan diriku, dan memang pada kesempatan ini seharusnya aku menceritakan diriku sendiri. Aku lahir di rumah Kakek Nenek dari Ibu, pada hari Rabu legi, tanggal 18 Juni 1986, pada tengah malam, saat itu gelap gulita karena memang belum ada listrik pada saat itu. Itu adalah kata-kata dari kakek , dan aku tidak tahu apakah aku benar-benar lahir pada tengah malam. Besar di lingungan keluarga yang biasa saja seperti kebanyakan keluarga di desa. Anak seorang petani yang tidak memiliki sawahnya sendiri, sawah yang Bapak garap adalah sawah milik Ibunya, Nenekku.

Huft, Aku Tidak Pernah Rangking 1

Pada tahun 1990, aku mulai memasuki dunia pendidikan dengan menjadi Anak TK. Dua tahun kemudian aku masuk di sekolah dasar hingga 6 tahun. Tidak ada yang spesial hingga aku sekolah di tingkatan SD ini. Nilai raporku hanya berada pada rangking 3 dari kelas 3 hingga kelas 6, dan tidak ada perubahan sama sekali. Aku tidak pernah bisa menyalip rangking anak perempuan yang selalu dapat rangking 1. Aku berpikir hebat benar ini perempuan, susah sekali menyalip rankingnya. Tetapi sudahlah, semua itu tidak begitu penting, karena seorang bocah seumuran itu pada waktu itu (pakai kata “itu” hingga dua kali, sungguh terlalu….membingungkan) yang ada di pikirannya adalah “bermain.” Iya, benar sekali, satu kegiatan yang sangat aku sukai pada waktu itu adalah bermain. aku sangat suka bermain air, oleh karena itu sering sekali berada di sungai. Karena kebiasaanku yang sering berada di kali ini, dari sepulang sekolah hingga hampir sore aku selalu berada di sungai, dan sehabis itu seperti biasa, ibu memarahi saya agar jangan bermain di sungai. Namun aku selalu mengabaikannya, dan ibu memarahiku setiap hari.

Libur Telah tiba, Hore, Hore, Hore

Liburan akhir caturwulan, dulu sekolah masih menerapkan sistem catur wulan hingga pada saat diriku masih SD, adalah masa-masa yang sangat aku rindu-rindukan. Hari di mana aku dapat bermain sepanjang hari. Menjauhi salah satu aktifitasku, dimarahi ibu. Karena pada saat liburan aku selalu tinggal di rumah kakek Nenek saya di Pucang Anom, desa kelahiran Ibu. Di sepanjang hari itu aku dapat bermain bersama teman-teman. Umar adalah salah satu sahabat karibku, tetapi aku tidak tahu di mana dia sekarang. Aku bisa bermain di sungai seharian. Hal itu dapat terwujud karena aku memiliki Kakek Nenek yang sangat penyabar dan penyayang. Masih ingat waktu itu aku pernah punya rumah pohon di pohon mangga yang terbuat dari bambu curian, dan aku sering tidur di rumah pohon buatanku tersebut.

Masa SMP-SMA

Pada tahun 1998-2003 waktunya aku bersekolah agak serius, dikatakan serius karena memasuki jenjang SMP dan SMA. Aku rasa mata palajaran yang ada pada waktu itu cukup lumayan sulit. Yang pasti, aku tidak pernah mendapatkan rangking 1. Semua itu cukup beralasan karena memang aku tidak terlalu pintar dan suka memberontak terhadap aturan. Namun, nilai DANEM SMP-ku mendapatkan juara satu dalam kelasku. Pertama dan satu-satunya aku mendapatkan gelar juara pertama, betapa bangganya pada waktu itu. Memasuki SMA aku mulai bertambah umur dan bertambah pula kedewasaan, walupun aku sadar pada waktu itu belum dewasa sama sekali.

Di kalangan teman-teman SMA, aku adalah sesosok laki-laki yang cupu, culun punya, dan gelar cupu tersebut melekat juga di dada teman-teman dekatku, Robin, Dhika, dan Agus. Maka dari itu, demi menghilangkan gelar tersebut, dan merebut kembali kehormatan kami, kami memutuskan untuk mengikuti salah satu ekstrakurikuler bela diri, kami menjadi seorang karateka. Kami merasakan kembali kehormatan kami yang telah hilang. Walaupun badan remuk redam karena harus latihan karate setiap hari rabu dan Sabtu sore sepulang sekolah, hal itu tetap kami jalani secara rutin hingga kami kelas 3 SMA. Seperti itulah masa-masa SMA saya, biasa dan tak ada yang spesial. sangat membosankan.

Beberapa temanku pun mulai sibuk dengan mengikuti bimbingan ini, bimbingan itu, untuk mempersiapkan diri menghadapi UAN. Tetapi aku berfikir pagi hari kita sekolah, masak sore harinya harus belajar lagi? Kapan waktunya untuk bermain? Dan aku tidak pernah merasakan les sekalipun. Tetapi seperti biasa aku bisa lulus SMA.

Kuliah di Jurusan Fisika Universitas Airlangga, Senang ataukah Sebaliknya?

Setelah menyelesaikan studi di SMA, seperti kebanyakan pelajar, aku melanjutkan di Perguruan Tinggi. Sebetulnya, pada waktu itu aku sangat ingin sekali masuk kuliah di jurusan Teknik Informatika, Sistem informatika, Ilmu komputer, yang penting ada hubungannya dengan komputer. Namun sayang niatku untuk masuk pada jurusan tersebut kandas karena harus bersaing dengan ribuan pendaftar lain, dan akhirnya aku tidak bisa memasuki kampus pilihan. Aku pun diterima pada jurusan pilihan kedua, sebuah jurusan yang lumayan aku sukai tetapi aku sedikit ragu-ragu akan nasibku pada jurusan ini. Jurusan Fisika adalah pilihan keduaku. Aku ragu karena banyak yang bilang kalau fisika itu sulit, lambat laun kata “sulit” tersebut akhirnya masuk ke dalam relung jiwa dan mempengaruhi pikiranku, dan aku terhipnotis juga dan merasa “Fisika itu sulit.” Tetapi itu akhirnya aku kesampingkan, aku niatkan di Unair ini bahwa aku kuliah untuk menuntut ilmu, dan akan aku buktikan bahwa aku bisa melaluinya.

Aku Putuskan Untuk Sekolah Lagi!

4,5 tahun setelah aku memasuki masa kuliah akhirnya aku bisa wisuda juga. Dengan IPK yang, biasa saja, ya…pokoknya dibuat mencari kerja masih memenuhi syarat lah. Setelah wisuda aku bingung, apa yang akan aku lakukan setelah lulus? Kerja, tapi kerja menjadi apa? Aku benar-benar merasakan kebigungan pada waktu itu, hingga tak terasa sudah aku memikirkan kebingunganku selama satu tahun. Iya benar, Selama satu tahun setelah wisuda aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya memikirkan akan menjadi apa aku kelak?

Setelah lama berfikir, akhirnya aku memutuskan untuk memulai perjalanan hidup dengan melanjutkan kuliah S2 di Teknik Fisika ITS Hingga sekarang.

Menjadi Mahasiswa + Dosen? Mana Bisa…

Aku enggak tahu bagaimana ceritanya ini, bagaimana status mahasiswa dan dosen melekat menjadi satu pada satu orang. Ya itulah aku, selain menjadi mahasiswa di pagi hari, malam harinya aku menjadi dosen di ITATS. Pada waktu itu, pada hari minggu sore saya beristirahat sambil menonton televisi, seorang teman saya menawarkan saya untuk mengajar di ITATS, dan saya pun menerimanya. Akhirnya kegiatan saya dobel sekarang, pagi menjadi mahasiswa dan malam menjadi dosen. Itulah saya. Terimakasih telah membaca ocehan saya yang panjang ini, dan kebanyakan memang hanya cuap-cuap saja, tetapi itulah diri saya, Seorang Laki-Laki Biasa yang Lahir dari perempuan Luar Biasa.


8 responses to “Riwayat Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: